Kamis, 21 Januari 2010

LARA DI TANGGAL 19-20 JANUARI


            Malam masih pekat, waktu masih menunjukkan pukul 23.20.56 tepat di  tanggal 19 hampir menjelang 20 Januari, adalah saat tak terlupakan bagi Lara. Tiba-tiba saja handphone nya bertubi-tubi berbunyi.  Perlahan dengan agak malas karana baru 10 menit lalu tertidur dia bangkit dan meraih handphone ditangannya seraya membukanya. Beberapa sms dengan  nama pengirim “kurapku”. Yah..nama itu adalah nama panggilan sayang bagi  Nomo kekasih Lara yang telah memacarinya hampir 3 tahun ini.

           Dibukanya satu persatu sms Nomo  “Yanx, ag mo ngomong.! Aq gak bisa nyimpen ini lma2..!! Qta  gak akan bs Menikah..sampai kapan pun  qta gak akan bisa..Qta Saudara..Aq tiap malam Mikirin masalah qta. Rasanya aku hina banget dihadapanmu..Tapi aq gak bisa nahan kamu 4 nungguin aq..!! Keluargamu yang memintamu cepet2 nikah.. Itu kata2 yang paling gak suka aku dengar di telingaku. Rasanya kok sakit bgt aku tiap kamu telp tau sms tz kamu crita keluargamu..nyuruh kamu cpt2 cari suami..sakit banget.”  Itulah sms2 Nomo yang diterima Lara.

          Perlahan Lara bangkit, seolah tak percaya pada kata2 yang baru saja dibacanya. Dibacanya berkali-kali sms-sms itu berharap hanya mimpi.!! Namun pada akhirnya dia harus menerima kenyataan bahwa Nomo benar2 ingin meninggalkannya.. mancampakkannya.  Tangis pun pecah, semuanya campur aduk dan berputar2 di kepala Lara. Perlahan Lara menarik handphonya dan membalas sms2 Nomo.
Berkali-kali Nomo meminta maaf kepada Lara, dan meyakinkan Lara bahwa dia masih sangat mencintai Lara,  tiap malam dia berdoa agar dipersatukan, tetapi Yang Diatas berkata lain. Dan kata2 Nomo lainnya yang intinya bahwa Nomo sebenarnya berat untuk meninggalkan Lara.!!  Setiap perkataan Nomo hanya membuat Lara makin terluka. Bagaimana tidak, Lara sudah menunggu Nomo selama hampir 3 tahun, dan harusnya hanya menunggu janji Nomo bahwa tahun ini dia akan menikahi Lara. Tetapi sekarang yang terjadi justru sebaliknya, Nomo justru meninggalkan  dan mencampakkan Lara.

           Lara hanya bisa menangis..dan menagis..sepanjang malam. Mengenang segala yang terjadi diantara mereka. Pikirannya menerawang ke masa lalu.
Awal perkenalan mereka adalah, saat Lara pindah ke kota tempat tinggal Nomo, untuk mencari pekerjaan, karena Lara tak ingin menikah dengan pria yang tidak disukainya di kampungnya. Karena menurut mitos di kampung tempat tinggal Lara, bagi wanita yang dilamar laki2 wajib untuk menerima lamaran itu, meskipun tidak menyukainya, karena  bila menolak akan berakibat ‘SIAL”, dia tidak akan laku kawin dan akan menjadi perawan tua. Karena itulah dia nekat pergi merantau ke kota Nomo.
Niat sesungguhnya Lara ke sini hanya untuk mencari jodoh. Karena umur Lara saat itu sudah hampir 26 tahun. Yah..usia yang bisa tergolong ’perawan tua’ di kampungnya. Sedangkan di usia itu Lara belum juga mempunyai kekasih. Dan dia menolak dijodohkan dengan teman pamannya. Sebenarnya Lara tidak terlalu jelek, dengan perawakan mungil tetapi entah mengapa sepertinya jodoh susah sekali datang kepadanya.

           Singkat cerita Lara berpacaran dengan Nomo. Nomo adalah anak dari adik sepupu ibu  Lara. Usia Nomo terpaut 5 lebih muda dari Lara. Berawal dari Lara yang tinggal serumah dengan Nomo di rumah nenek Nomo yang kebetulan adalah adik perempuan dari nenek Lara. Entah bagaimana awalnya, yang jelas, Nomo dan Lara akhirnya berpacaran meski ditentang keluarga Nomo Karena selain faktor usia, faktor kerabat juga menjadi kendala bagi mereka untuk menikah, walaupun menurut hukum agama Islam yang mereka anut, mereka boleh menikah, tetapi keluarga mereka adalah orang Jawa yang selalu mengikuti perhitungan Jawa apalagi dalam hal pernikahan. Namun karena Nomo gigih mempertahankan Lara akhirnya keluarga Nomo membiarkan mereka tetap berpacaran, entah karena menyetujui atau sengaja membiarkan saja, toh seiring berjalannya waktu Nomo dan Lara pasti akan berpisah juga karena watak mereka yang sama-sama keras.

          Waktu berjalan hampir 3 tahun, namun selama perjalanan itu percintaan mereka tak berjalan mulus, berjalan putus sambung, karena perdebatan2 yang sering terjadi.
Bahkan setahun yang lalu mereka sempat putus hampir 3 bulan, dan disaat Lara mencoba mencari pengganti Nomo, dengan segala cara nomo meyakinkn Lara bahwa Nomo masih sangat mencintai Lara dan ingin agar Lara kembali lagi. Bahkan massage dari Nomo dalam facebook Lara masih disimpannya, saat itu yang dikatakan Nomo “aq nyadar skrg...ternyata cintaq lebih besar dari TAq... aq mau kamu balik seperti Lara yang q kenal.. sabar, baik n cinta mati ma pacare..! ayolah berubah dong..? okey22 aq salah tapi masak hukumannya berat bgt sampek kayak gini...! ayolah yanx...maafin aq...! kamu tau gak setiap malem aq mikirin kamu gak bisa tidur cuman nungguin omelan kamu tapi apa ? biasanya nek kamu tak pikirin kamu langsung sms tau telp aq.. knp sich yanx memang aq menghindar waktu kmu ultah.. tapi aq gak ngelupain ultahmukan aq telp kamu.. dulu waktu aq mau jadi orng yang pertama ngasih ucapan selamat ultah ternyata adik udah ngucapin dulu.. mangkane aq mau jadi org yg ngucapin ultah yg terakhir...
aq bener2 gak bisa ngelupain kamu jujur aq cinta bgt ma kmu..mungkin tuch kata nggombal bagimu..tpi jujur itu dari dalm hatiq.." I Love u Nyunyek " **Love forever 06 agustus 2007** kamu spirit hidupq untuk ngejar cita22q jadi programer...
oh ya aq ada tawaran bikin program perpustakaan di SD.. moga2 aja orangnya mau nerima rancangan programq. lumayan bwt biaya nikah..."
aq pengen ngenalin kamu ke ortuq bukan sebagai Lara saudaraq tapi sebagai Lara calon istriq.." sekarang aq udah bulat pengen nikah ma kamu..."
setelah sidang ujian TA aq mau kenalin kamu ke ortuq mau yach ?..
aq ngrasa hub qta pasti di setujui...
aq akan bikin kejutan yang ke 2 di keluargaq tapi tunggu tanggal maennya..? kejutan pertama udah aq umumkan bahwa aq pacaran ma kamu..tuch dulu bgt.. bikin heboh keluarga, masih ada lagi utk yang ke2.
come on berubah donk” itulah sepenggal janji2 Nomo yang tak pernah dia tepati. Bahkan mungkin bila tidak karena Nomo yang meminta Lara kembali, mungkin saat ini Lara sudah bisa mewujudkan keinginan keluarganya yaitu melihat Lara menikah.

           Keluarga Lara selalu menekan Lara agar cepat2 menikah, karena umur Lara tak lagi muda. Gunjingan tetangga sering membuat keluarga Lara malu. Namun sampai saat ini keluarga Lara tak pernah tahu bahwa Lara berpacaran dengan Nomo.
Mereka beranggapan bahwa Lara belum punya kekasih. Lara dan Nomo takut untuk mengtakan kepada keluarga Lara. Nomo pernah berjanji bahwa bila Dia sudah siap, dia sendiri yang akan mengatakannya kepada keluarga Lara. Dia sendiri yang akan melamar Lara.  Setiap kali ditekan keluarganya, Lara ganti menekan Nomo.
Walaupun sebenarnya Lara malu untuk selalu meminta nomo untuk melamarnya.
Lara sadar, bahwa sebagai wanita kodratnya adalah ‘dilamar’ bukan ‘meminta untuk dilamar’, tetapi karena tekanan2 itu akhirnya Lara terpaksa memaksa Nomo untuk segera menikahinya. Lara tidak menyalahkan keluarganya, karena usianya saat ini sudah hampir 29 tahun..yah..usia yang terlalu tua bagi seorang wanita untuk menikah apalagi di pedesaan. Tapi justru kini disaat usia Lara hampir 29 tahun, Nomo justru meninggalkannya. Saat semua teman seusianya sudah mengamati lucunya pertumbuhan anak2 mereka..Lara justru sedang sendiri, dan bahkan akan berusaha untuk mencari jodoh. Adakah jodoh yang akan datang diusia2 seperti sekarang ini..?

            Ingin sekali Lara mati saat itu, diujung depresinya, Lara mencoba menelan obat2an berharap dia akan mati. Namun mungkin Tuhan belum mengizinkan dia mati.
Ingin juga Lara mengutuk dan menyumpahi Nomo, ingin sekali dia berdoa agar Nomo seumur hidup tak akan pernah jatuh cinta lagi, sehingga dia seumur hidup tak akan pernah menikah dengan siapapun seperti janji2 Nomo kepada Lara bahwa bila tidak dengan Lara, seumur hidup dia tak akan pernah menikah. Pernah juga Nomo berjanji bila ditinggal Lara dia bisa gila. Pernah juga Nomo berkata bahwa bila tidak dengan Lara Nomo akan pergi jauh dan tak pernah kembali. Namun kata2 itu hanya kata2 gombal seperti kata2 laki2 pada umumnya. Selama ini Lara beranggapan bahwa Nomo beda dengan lelaki lain, ternyata sama saja. Hanya janji-janji dan kata2 gombal yang tak pernah dibuktikan. Mungkin Lara bukanlah cewek sempurna, dia cewek manja, gampang emosi dan egois. Tapi sebenarnya di dalam hati Lara hanya ada Nomo, tak pernah ingin meninggalkan Nomo walau apapun yang terjadi.

           Apapun yang terjadi pada Lara sekarang, yang jelas dia harus menerima kenyataan, kenyataan bahwa dia harus sendiri lagi diusianya yang hampir menginjak kepala 3 dan berusaha mencari pengganti Nomo yang tak tau kapan akan ditemukannya.
Berjuta Tanya masih berkecamuk di hati Lara, tentang alasan kenapa Nomo meningalkannya. Yang tak mungkin dan tak akan ditanyakan kepada Nomo, karena yakin tak akan pernah ada jawaban. Pertanyaan apakah nomo meninggalkan Lara karena sudah tak lagi mencintanya, karena sudah ada pengganti Lara di hati Nomo..? Pertanyaan apakah Nomo sengaja lari dari janjinya untuk menikahi Lara, karena dia memang tak pernah ingin menikahinya..? Pertanyaan apakah benar keluarga Nomo benar2 menyuruh Nomo meninggalkan Lara, karena selama ini sepertinya mereka baik2 saja..?
Pertanyaan apakah karena mentang-mentang Lara sangat mencintai Nomo dan kesannya  benar-benar ‘butuh’ untuk segera “dinikahi” sehingga membuat Nomo meninggalkannya, karena seperti semua orang tahu bila wanita benar-benar dicintai pria, wanita itu tak akan menyia-nyiakan si pria, berbeda bila pria sangat dicintai wanita, si pria justru akan meninggalkan si wanita karena merasa dia bisa mendapatkan 10 wanita yang jauh lebih baik dari kekasihnya sekarang. Seperti kata-kata Nomo waktu itu ‘aku baru nyadar mengapa cowok tergila-gila dengan cewek, karena cinta cewek lebih besar dari pada cinta cowok, karena itulah dia akan meninggalkan cewek itu bila dia sudah bosan atau jenuh’. Apakah ini sebabnya…??
Pertanyaan apakah karena dulu Nomo masih kuliah, belum punya uang dan belum se-keren seperti sekarang makanya dia mati-matian mempertahankan Lara, dan begitu sekarang Nomo sudah bekerja, sudah mulai punya uang, dan bisa berpenampilan keren sekarang dia meninggalkan Lara, karena sekarang  sangat mudah bagi Nomo untuk mencari pengganti Lara, bahkan yang jauh lebih cantik, jauh lebih baik, jauh lebih muda dan jauh lebih kaya dari Lara pun bisa dia dapatkan hanya dalam hitungan minggu.
Dan masih banyak lagi pertanyaan2 lain di hati Lara yang tak terjawab dan tak akan pernah ada jawaban. Biarlah hanya Nomo dan Tuhan saja yang tahu jawabannya. Sekarang bagi Lara yang terpenting adalah terus melangkah menjalani hidupnya, walaupun tak tahu bagaimana hidupnya selanjutnya tanpa Nomo. Biar bagaimanapun WHATEVER HAPPENED, LIFE MUST GO ON…

Cerita : Berdasarkan true story

Related Posts by Categories



18 komentar:

  1. Kalo emang bener ini true story,

    buat Lara :
    Jangan putus asa. Ga ada yg mustahil bagi Tuhan. Tetap berdoa dan percaya saja pada-Nya,Dia akan memberikan yg terbaik bt km.

    buat Nomo :
    Semoga Tuhan memaafkan kamu, yg telah memberikan harapan2 palsu pada Lara. Padahal kamu sudah tau kalau jawabannya "Tidak Mungkin". Waktu yg dimiliki Lara sangat pendek, pada saat ada org lain hendak memilikinya pada saat kamu mencampakkannya, km memaksanya kembali ke pelukanmu. Tapi sekarang kamu menghancurkan hidupnya.

    ~Upid Melly~

    BalasHapus
  2. Lara berterima kasih atas dukungan dari upid-melly...GBU..:i:

    BalasHapus
  3. what a sad story.. :((
    mudah2an Lara mendapat jodoh yang baik, jauh lebih baik dari Nomo.
    Allah tidak akan memberikan beban diluar kuasa hambanya..

    untuk si Nomo,belajarlah menjadi lelaki sejati.
    atau selama ini Nomo bukan lelaki sejati?!
    Nomo..kalo gak tau caranya jadi lelaki sejati, ikutan reality show " Be A Man " aja.
    seandainya Nomo gak terima dengan komen ku yang JUJUR ini, kata2 ku hanya " TRUS MAU LO APA ?! "
    lho kok tiba2 jadi preman gini.. hehhehe

    buat mbak yuyus..sori kata2 ku memenenuhi blog e sampean.. :D

    *** Indra ***

    BalasHapus
  4. @Lara juga berterima kasih sama indra atas dukungannya..GBU too.

    Woiiiii...ndra..sabar buk..sabar..!! Lha kok jadi kamu sing sanusi hwahwahwa..
    Tengkyu wis coment di blog-ku..ternyata ceritane sedih Lara bisa memancing orang2 untuk coment...!! Thanks Lara atas sumbangan cerpenmu yang sudah meramaikan blogku..:f:

    BalasHapus
  5. kisah cinta klasik muncul lg nie ini cerpen opo base on true story yo kyok e .....ya moga 2 aja ada seri 2 yg endingnya di buat agak lebih fun ato happy gitu kasihan to negri ini ojok ditambahi crita 2 sink menyedihkan da terlalu banyak kisah sedih buat indonesia dr kpk hingga century .....wkwkwkkwkwkw

    BalasHapus
  6. stuju.....:c: kita tunggu aja cerpen ke-2 dari Lara tapi sing happy ending..ben pendukunge Lara gak kecewa hehehe..

    BalasHapus
  7. cerpennya sangat menyentuh hati.
    buat Lara kuatkan hatimu, ambil segi positifnya, ternyata kamu disayang Tuhan. kamu sudah diberi petunjuk siapa Nomo sebenarnya. dibalik kesedihan terselip rahasia Tuhan yg paling indah Lara harus percaya itu. Kalau jodoh segala sesuatunya pasti dipermudah >< sebaliknya.
    Buat Mono, kamu akan selalu bersalah menggantung Lara sekian lama. seharusnya tidak km lakukan itu apalagi masih ada pertalian saudara. km harus minta maaf ke "LARA"

    BalasHapus
  8. cerpennya sedih banget..

    Buat lara:
    Tinggalin aja tuh cow, lo gak pantes dapet cow pengecut & pecundang macam doski. mending ama gua aja wkwkwk

    Buat nomo:
    satu kata untukmu "HIDUP PECUNDANG" awas lo kena 'Karma', cos gua juga pernah.

    BAYU

    BalasHapus
  9. jadi pengen nangis aje.buat mono : pengecut bngt se elo....!!!!!!!gue paling g suka cwok spt itu huh buang aje duehhhhh......!
    zinyo

    BalasHapus
  10. sedih banget.


    NINDA

    BalasHapus
  11. dalam bgt nih crita asli mantabz abizz,,,

    BalasHapus
  12. Lara: Trus smangat, jgn ada trauma!!! psti ada hikmah dibalik smua ini, prcayalah kbhagiaan akan dtng.

    Nomo: karma itu ada, bersiaplah!!!

    BalasHapus
  13. thanks dukungannya non...nanti pasti tak sampekno lara...

    BalasHapus
  14. true story...????
    ad yg blng...klo kemungkinan besar kita menikah bukan dengan org yg kita inginkn.
    ehm...kykx emg gtu yg aq liat dr khdpn sktr q.
    so..qt gk prlu merasa jdi org pling menderita coz gk menikah dgn org yg qt inginkn.
    brpkir positif aj...coz hdp akn trus brjln mskipn bukn sprt yg qt mau.


    `tince

    BalasHapus